Bandung – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, dinilai sulit diakses oleh awak media dalam upaya konfirmasi berbagai persoalan lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Sejumlah wartawan mengeluhkan bahwa setiap upaya konfirmasi yang dilakukan, baik melalui pesan singkat WhatsApp maupun panggilan telepon, tidak pernah mendapat respons.
Bahkan, saat awak media mendatangi kantor DLH Provinsi Jawa Barat secara langsung, pejabat bersangkutan kerap disebut tidak berada di tempat.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa pimpinan DLH Jabar terkesan “alergi” terhadap konfirmasi wartawan, padahal keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan.
Selain persoalan komunikasi, muncul pula kritik terkait pola kerja DLH Jabar yang dinilai lebih banyak bergerak berdasarkan laporan atau aduan yang masuk, bukan atas dasar perencanaan program kerja yang tersusun secara matang dan sistematis.
Sejumlah pihak menilai, sebagai organisasi perangkat daerah strategis yang menangani isu lingkungan hidup, DLH Provinsi Jawa Barat semestinya memiliki roadmap dan perencanaan program yang jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Provinsi Jawa Barat, khususnya Kepala Dinas Ai Saadiyah Dwidaningsih, belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan atas berbagai kritik tersebut.
(Red)

